Monday, June 10, 2013

RUPS Malindo Feedmill Setujui Dividen Rp 36/ saham

Rapat Umum Pemegang Saham Malindo Feedmill (IDX: MAIN) tanggal 5 Juni 2013 kemarin telah menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp 36/ saham.Dividen ini adalah 20% dari laba bersih MAIN tahun 2012 yang tercatat sebesar Rp 178,6/ saham.

Jumlah laba bersih 2012 tercatat Rp 302,75 miliar atau Rp 178,6/ saham, disepakati untuk dibagi menjadi:
- Rp 61,02 miliar atau Rp 36/ saham sebagai dividen tunai
- Rp 5 miliar sebagai dana cadangan
- Rp 236,73 miliar sebagai laba ditahan.

AFN menghitung dividen yield MAIN adalah 1% dengan harganya sekarang yang tercatat Rp 3.400/ saham.

MAIN selama 4 tahun berturut-turut terus mencatatkan  pertumbuhan. Penjualannya pada 1Q 2013 tercatat Rp 941,8 miliar atau 24% naik dari tahun sebelumnya. Sementara laba bersihnya Rp 78,3 miliar atau naik 9,8%. Marjin laba bersihnya 8,3%, tertekan oleh kenaikan harga bahan baku dan kenaikan utang.

AFN melihat bahwa MAIN masih bisa tumbuh karena:
1. Makin banyak populasi Indonesia yang makan unggas untuk memenuhi kebutuhan proteinnya, sehingga permintaan akan produk MAIN - pakan ternak, ayam, serta produk turunan ayam - akan terus meningkat
2.MAIN melakukan ekspansi ke sektor-sektor yang masih terkait dengan kompetensi utamanya namun makin dekat ke konsumen akhir.

Tapi AFN juga memperingatkan bahwa MAIN memiliki kompetitor utama, yaitu Japfa Comfeed (JPFA) dan Charoen Pokphand (CPIN) yang sangat agresif dan juga telah lebih dulu menerobos pasar-pasar turunan yang dapat memberikan nilai tambah lebih banyak bagi perusahaan. Apalagi pertumbuhan MAIN banyak didanai oleh utang.

Fitch Upgrade Rating Panin Sekuritas



Fitch Ratings, pemeringkat internasional, tanggal 10 Juni lalu baru saja meng-upgrade rating jangka panjang nasional Panin Sekuritas menjadi A+(idn) dengan outlook stabil. Alasan utamanya adalah kinerja keuangan yang solid, profitabilitas stabil, utang rendah, walaupun tingkat risiko akan flat karena ekonomi domestik yang lemah, dan tingkat suku bunga yang rendah.

Menurut Fitch, pertumbuhan Panin Sekuritas akan tertekan karena sifat bisnisnya yang memang volatil. Sementara tekanan mungkin akan muncul karena kecenderungan pasar yang mulai agresif.

Selama 4 tahun, marjin sebelum pajak stabil di 68%, rasio ekuitas terhadap aset naik jadi 56%, rasio utang terhadap ekuitas membaik jadi 0,2x karena pelunasan obligasi. Fitch mengharapkan kinerja ini terus terjaga.

PTPP Ambil Alih PP Dirganeka

PT PP (Persero) Tbk dengan kode PTPP akhirnya mengambil alih PP Dirganeka, perusahaan pengembang yang tadinya berada di bawah Yayasan Kesejahteraan Karyawan PP (YKKPP), senilai Rp 29 miliar. Transaksi ini nantinya akan meningkatkan jasa konstruksi yang dilayani oleh PTPP, terutama jasa-jasa yang nilainya lebih rendah daripada yang lazim dilayani oleh perusahaan.

AFN melihat bahwa transaksi afiliasi ini menarik karena hal-hal berikut ini:
1. PP Dirganeka cukup dikenal di kalangan kontraktor sebagai perusahaan yang memberikan kualitas kerja yang baik, dan telah memiliki portofolio proyek yang cukup banyak.
2. Adanya PP Dirganeka memungkinkan PTPP mengambil proyek-proyek dengan kisaran yang lebih luas, dari nilai proyek rendah sampai tinggi, tanpa kehilangan fokusnya masing-masing. Bahkan PTPP makin dapat fokus ke proyek-proyek kompleks seperti EPC dan pembangkit listrik.

Dengan harga yang wajar dan tidak terlalu tinggi, AFN mengharapkan ROI akuisisi ini akan lebih tinggi daripada ROI perusahaan.

Sunday, June 9, 2013

Dai-Ichi Life Insurance Company Akuisisi 40% Panin Life

Melalui transaksi Share Subscription Agreement yang ditandatangani 3 Juni 2013, Dai-Ichi Life Insurance Company, sebuah perusahaan asuransi di Jepang, akan menguasai 40% Panin Life melalui skema yang dapat digambarkan di bawah ini:

Skema Transaksi Material PT Panin Financial Tbk


 Pada tahap pertama transaksi, Dai-Ichi akan mengakuisisi 36,84% PT Panin Internasional melalui saham baru dan 5% PT Panin Life melalui saham baru dengan dana sebesar Rp 3,3 triliun. Selesainya tahap ini membuat Dai Ichi menguasai 18,9% PT Panin Life.


Untuk menambah menjadi 40% dari saham PT Panin Life, Dai-Ichi melalui PT Panin Internasional dengan menggunakan dana dari penerbitan saham baru itu kemudian membeli sisa saham PT Panin Life dari PT Panin Financial Tbk.

AFN melihat bahwa ada beberapa point positif dari transaksi ini:
1. Dai-Ichi Life Insurance merupakan salah satu asuransi jiwa terbesar di Jepang. Kepemilikannya di dalam PT Panin Life akan meningkatkan nilai tambah yang cukup tinggi kepada PT Panin Internasional, dan pada gilirannya PT Panin Financial
2. PT Panin Financial tetap mempertahankan sebagian besar dari kepemilikannya pada PT Panin Life dan dengan demikian, menikmati manfaat terbesar pertambahan nilai tersebut.

AFN melihat tetap ada yang perlu diwaspadai oleh investor, yaitu apakah pertambahan nilai ini akan tercermin dari harga saham PNLF? Aksi korporasi ini telah mengangkat harga saham dari PNLF, dari Rp 140 menjadi Rp 310 tertinggi. Namun bahkan pada harga ini, PBV masih di bawah 1, sehingga pasar belum sungguh-sungguh merealisasikan saham ini pada harga wajarnya.

Wednesday, June 5, 2013

Ciputra Pertimbangkan Pembelian 10% CTRP dan CTRS


Ciputra Development (CTRA) kaji peningkatan kepemilikan saham pada 2 anak usahanya, Ciputra Property (CTRP) dan Ciputra Surya (CTRS) masing-masing sebesar 10%.  Untuk itu CTRA harus mengeluarkan sedikitnya Rp 1,2 triliun, yaitu Rp 800 miliar untuk CTRP dan Rp 700 miliar untuk CTRS.


Saat ini Ciputra Development menguasai 56,14% CTRP dan 62,66% CTRS. Bila benar terjadi, maka Ciputra akan menguasai 66,14% CTRP dan 72,66% CTRS.

AFN melihat bahwa pembelian ini mungkin menguntungkan bagi investor CTRA karena:
1. CTRP labanya meningkat 4 kali lipat dalam 4 tahun terakhir, dan pada kuartal ini menunjukkan peningkatan yang sangat tajam.Sementara laba meningkat 3 kali lipat pada 3 tahun terakhir.
2. CTRA memiliki kas pada 31 Maret 2013 sebanyak Rp 2,9 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasional tercatat Rp 513 miliar dalam seperempat tahun. Ini membuat CTRA memiliki posisi kas yang kuat untuk menampung pembelian.

Akan tetapi investor perlu mewaspadai likuiditas CTRP dan CTRS yang akan turun akibat dari makin menipisnya saham yang beredar di pasar.