Sunday, June 9, 2013

Dai-Ichi Life Insurance Company Akuisisi 40% Panin Life

Melalui transaksi Share Subscription Agreement yang ditandatangani 3 Juni 2013, Dai-Ichi Life Insurance Company, sebuah perusahaan asuransi di Jepang, akan menguasai 40% Panin Life melalui skema yang dapat digambarkan di bawah ini:

Skema Transaksi Material PT Panin Financial Tbk


 Pada tahap pertama transaksi, Dai-Ichi akan mengakuisisi 36,84% PT Panin Internasional melalui saham baru dan 5% PT Panin Life melalui saham baru dengan dana sebesar Rp 3,3 triliun. Selesainya tahap ini membuat Dai Ichi menguasai 18,9% PT Panin Life.


Untuk menambah menjadi 40% dari saham PT Panin Life, Dai-Ichi melalui PT Panin Internasional dengan menggunakan dana dari penerbitan saham baru itu kemudian membeli sisa saham PT Panin Life dari PT Panin Financial Tbk.

AFN melihat bahwa ada beberapa point positif dari transaksi ini:
1. Dai-Ichi Life Insurance merupakan salah satu asuransi jiwa terbesar di Jepang. Kepemilikannya di dalam PT Panin Life akan meningkatkan nilai tambah yang cukup tinggi kepada PT Panin Internasional, dan pada gilirannya PT Panin Financial
2. PT Panin Financial tetap mempertahankan sebagian besar dari kepemilikannya pada PT Panin Life dan dengan demikian, menikmati manfaat terbesar pertambahan nilai tersebut.

AFN melihat tetap ada yang perlu diwaspadai oleh investor, yaitu apakah pertambahan nilai ini akan tercermin dari harga saham PNLF? Aksi korporasi ini telah mengangkat harga saham dari PNLF, dari Rp 140 menjadi Rp 310 tertinggi. Namun bahkan pada harga ini, PBV masih di bawah 1, sehingga pasar belum sungguh-sungguh merealisasikan saham ini pada harga wajarnya.

Wednesday, June 5, 2013

Ciputra Pertimbangkan Pembelian 10% CTRP dan CTRS


Ciputra Development (CTRA) kaji peningkatan kepemilikan saham pada 2 anak usahanya, Ciputra Property (CTRP) dan Ciputra Surya (CTRS) masing-masing sebesar 10%.  Untuk itu CTRA harus mengeluarkan sedikitnya Rp 1,2 triliun, yaitu Rp 800 miliar untuk CTRP dan Rp 700 miliar untuk CTRS.


Saat ini Ciputra Development menguasai 56,14% CTRP dan 62,66% CTRS. Bila benar terjadi, maka Ciputra akan menguasai 66,14% CTRP dan 72,66% CTRS.

AFN melihat bahwa pembelian ini mungkin menguntungkan bagi investor CTRA karena:
1. CTRP labanya meningkat 4 kali lipat dalam 4 tahun terakhir, dan pada kuartal ini menunjukkan peningkatan yang sangat tajam.Sementara laba meningkat 3 kali lipat pada 3 tahun terakhir.
2. CTRA memiliki kas pada 31 Maret 2013 sebanyak Rp 2,9 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasional tercatat Rp 513 miliar dalam seperempat tahun. Ini membuat CTRA memiliki posisi kas yang kuat untuk menampung pembelian.

Akan tetapi investor perlu mewaspadai likuiditas CTRP dan CTRS yang akan turun akibat dari makin menipisnya saham yang beredar di pasar.

Tuesday, June 4, 2013

NIPPON INDOSARI Keluarkan Obligasi Berkelanjutan I

Nippon Indosari Corpindo (IDX: ROTI) akan keluarkan Obligasi Berkelanjutan I senilai total Rp 1 triliun dengan Tahap I yang akan dikeluarkan Juni ini sebesar Rp 500 miliar. Dana akan digunakan untuk


AFN melihat ROTI merupakan pilihan saham yang masih menarik karena:
1. ROTI merupakan produsen terbesar roti secara masal di Indonesia, dengan brand equity yang sudah cukup terbangun di semua kalangan.
2. Pertumbuhan penjualan lebih dari 6 kali lipat dalam 7 tahun, dan pertumbuhan laba 18 kali
3. Tren konsumen yang mulai menuju kepada roti sebagai sumber karbohidrat alternatif menjadikan pasar masa depan yang besar
4. Ruang untuk utang ROTI masih cukup besar karena rasio utang terhadap aset masih 0,5x, sementara industrinya masih di sekitar 0,6x.
5. Arus kas masih cukup besar, terutama dari arus kas operasional.
6. Pefindo baru saja mengeluarkan equity research atas ROTI dengan kisaran nilai Rp 8.200-8.900 per saham. 

Namun perlu pula diwaspadai bahwa harga saham ROTI sudah berada di kisaran fair, sehingga investor sebaiknya memiliki perspektif jangka panjang.

CIPAGANTI Siap IPO



Bagi yang sering bolak-balik Bandung pasti sudah kenal dengan Cipaganti. Berawal dari 1 rute ke Bandung, kini Cipaganti Citra Graha akan menembus pasar saham dengan menjual 2 miliar saham atau 40% dari perusahaan akan dijual. Sebanyak 250 juta adalah saham divestasi (dananya akan diberikan kepada pemilik saham lama).

Dana dari penjualan saham baru akan digunakan  untuk investasi sebesar 93,21%, dan sisanya modal kerja. Investasi yang akan dilakukan termasuk penambahan unit kendaraan, pool, dan kantor, serta peremajaan kendaraan dan unit alat berat.

AFN melihat ada beberapa hal menarik dari IPO ini:
1. Cipaganti sudah dikenal orang, dan dengan brand equity yang kuat, penjualan saham IPO mungkin akan oversubscribed dan menghasilkan harga yang cukup tinggi paska-IPO
2. Pendapatan naik 6 kali lipat dalam 6 tahun, dan laba yang naik 38 kali lipat pada periode yang sama diharapkan dapat terus terjadi dengan makin tingginya permintaan akan transportasi antar kota.
3. Portofolio kendaraan Cipaganti cukup lengkap dari shuttle dan travel, pariwisata, kurir dan kargo, serta taksi.

Akan tetapi AFN juga melihat bahwa investor perlu waspada tentang beberapa hal berikut ini:
Cipaganti memiliki unit usaha alat berat dan pertambangan, yang selain tidak sejalan dengan kompetensi inti di bidang transportasi, juga sedang ditekan oleh kondisi pertambangan. Kedua unit ini dapat menekan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Populasi unit alat berat cukup besar yaitu 523 unit, sementara unit transportasi darat 3.620 unit.