Showing posts with label CPGT. Show all posts
Showing posts with label CPGT. Show all posts

Wednesday, September 10, 2014

Cipaganti Beralih Pengendali, Time To Buy

Jakarta 11 September 2014 – PT Cipaganti Citra Graha, Tbk akhirnya berubah pengendali, dari Andianto Setiabudi pendirinya menjadi William Chiongbian, pengusaha transportasi asal Filipina. ASCEND merekomendasikan saham ini karena nilainya yang masih sangat murah karena terimbas oleh proses PKPU di tingkat pengendalinya, Koperasi Cipaganti, serta kinerja fundamentalnya yang terbaik di antara industri transportasi darat lainnya.

Di dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Express dan Cipaganti, Dua Emiten Terbaik Transportasi Darat” http://fundamental-saham.blogspot.com/2014/08/express-dan-cipaganti-dua-emiten.html, ASCEND telah memberikan gambaran bahwa kedua emiten ini adalah yang terbaik dibandingkan peersnya. Express sudah cukup mahal melihat rasio PER dan PBVnya, tetapi Cipaganti masih memiliki potensi upside.

Akuisisi oleh pengendali lain akan membersihkan Cipaganti dari kendala-kendala yang tidak ada hubungannya dengan kinerja fundamental perusahaan itu sendiri. Chiongbian yang juga adalah presiden dan CEO Fast Logistic Corporation memang merupakan grup bisnis yang memiliki kompetensi di dalam transportasi dan logistik, yang mana memang merupakan kompetensi yang dibutuhkan Cipaganti untuk makin memperkuat bisnisnya.



Dengan ada kepastian akuisisi ini, ASCEND sangat merekomendasikan saham Cipaganti untuk dimasukkan di dalam portofolio. Tender offer yang akan dilakukan segera oleh pengendali baru akan menjadi pemicu kenaikan yang pertama karena harga tender offer ditentukan oleh harga beli rata-rata dari pengendali atau harga rata-rata tertinggi selama 90 hari terakhir perdagangan.



Saat ini PBV Cipaganti masih jauh di bawah 1, padahal Express mencapai 3,41 kali. Artinya, harga Cipaganti sangat  wajar bila mencapai Rp 300/ saham, yang mencerminkan PBV 1,67 kali saja. 

Wednesday, August 20, 2014

Express dan Cipaganti, Dua Emiten Terbaik Transportasi Darat

Jakarta, 20 Agustus 2014 – PT Express Transindo Utama, Tbk (TAXI) mencatatkan kinerja yang terbaik dibandingkan peersnya sesama emiten di bidang transportasi darat bagi konsumen. Express, yang kini memiliki layanan limousine, Tiara, dan bis, selain taxi, memiliki pertumbuhan pendapatan tertinggi, marjin EBITDA dan marjin laba bersih serta imbal hasil atas ekuitas (ROE) terbaik serta kapitalisasi pasar terbesar. Akan tetapi harganya pun sudah cukup di atas rentang rata-rata lainnya.

Express mencatatkan pertumbuhan pendapatan 23,4% menjadi Rp 408,98 miliar, dan menghasilkan laba bersih Rp 79,10 miliar atau Rp 36,87/ saham pada periode Januari – Juni 2014 ini. Marjin laba bersihnya tercatat 19,3% sementara marjin EBITDAnya 52,5%. Imbal hasil atas ekuitasnya (ROE) juga tertinggi di 18,1%.

Sementara itu kasnya adalah yang paling tinggi di antara emiten transportasi darat yaitu Rp 1,05 triliun dengan total aset Rp 2,96 triliun. Utang jangka panjangnya tercatat Rp 1,66 triliun atau 0,56 kali dari total aset perusahaan.

Sementara itu PT Cipaganti Citra Graha, Tbk (CPGT) yang pemilik induknya baru saja mendapatkan pengesahan damai dari krediturnya, mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih akibat banjir yang sempat terjadi di Jakarta telah menghambat kelancaran rute Jakarta-Bandung yang menjadi andalannya.

Tapi di luar dari penurunan itu, sebenarnya perusahaan yang memperoleh Top Brand Award ini mencatatkan kinerja profitabilitas yang hanya kalah dari Express. Marjin EBITDAnya 46%, sementara imbal hasil atas ekuitasnya (ROE) 8,2%, kedua tertinggi dibandingkan peersnya. Terlebih lagi, harga sahamnya belum termasuk tinggi dilihat dari rasio harga atas laba (PER) dan rasio harga atas nilai buku (PBV).

Transportasi darat adalah industri yang bertumbuh sesuai dengan perkembangan ekonomi di berbagai di daerah di Jawa, khususnya ketika proyek-proyek infrastruktur selesai dibangun. Akan tetapi transportasi darat juga memiliki kendalanya sendiri-sendiri karena rute yang dilayani perlu mendapatkan ijin, yang sering kali prosesnya tidak mudah.


Sementara rute-rute yang panjang tidak mungkin dilayani oleh transportasi darat karena transportasi udara lama-lama menjual paketnya dengan makin ekonomis. Apalagi infrastruktur kereta api juga makin lama makin memberikan layanan yang bersahabat secara biaya maupun kenyamanan.