Showing posts with label Greenwood Sejahtera. Show all posts
Showing posts with label Greenwood Sejahtera. Show all posts

Wednesday, November 6, 2013

Laba Selamat Sempurna Meningkat, Harga Saham Melonjak



Jakarta, 7 November 2013 – PT Selamat Sempurna, Tbk (SMSM) mencatatkan pendapatan yang stabil dan laba yang meningkat di Rp 1,66 triliun dan Rp 211,14 miliar di 9 bulan pertama ini.Harga sahamnya melonjak dari Rp 2.775 di penutupan 1 November menjadi sempat Rp 3.500 pada hari ini, atau naik 26% dalam 3 hari.

Selamat Sempurna pada awal tahun telah menetapkan target Rp 2,45 triliun untuk pendapatan dan Rp 264 miliar untuk laba bersih. Sampai 9 bulan ini, target pendapatan tercapai 68% sementara target laba bersih tercapai 72%.

 

Selamat Sempurna adalah manufaktur filter dan radiator untuk otomotif, termasuk di dalamnya selang rem, selang bensin, dan sebagainya. Selamat Sempurna juga mengekspor produknya ke lebih dari 100 negara di seluruh dunia.

Keempat entitas anak Selamat Sempurna adalah manufaktur di berbagai sparepart otomotif, termasuk filter, alat pengangkat dan komponen kendaraan, karet komponen kendaraan, dan suku cadang.

PT Greenwood Sejahtera, Tbk (GWSA) dan Selamat Sempurna memiliki hubungan terafiliasi dimana komisaris utama Greenwood adalah juga direktur dari Selamat Sempurna dan direktur utama Selamat Sempurna adalah juga komisaris Greenwood. Namun tidak ada kesamaan pemilik langsung mayoritas saham kedua perusahaan maupun kepemilikan saham satu sama lain.
 
Greenwood adalah pengembang TCC Batavia yang dirancang sebagai superblok 7 menara di atas lahan seluas 7,2 hektare (ha) yang mengusung  konsep “world class one stop living: working, living, and entertaining” yang menggabungkan aktivitas bisnis, hiburan, akomodasi, dan hunian dalam satu konfigurasi yang harmonis.

Berbeda dengan Selamat Sempurna, Greenwood mengalami penurunan kinerja pendapatan dan laba bersih cukup signifikan akibat belum selesainya menara yang baru.

Greenwood Sejahtera Kurangi Jumlah Komisaris, Kinerja Turun



Jakarta, 7 November 2013 - PT Greenwood Sejahtera, Tbk (GWSA) baru saja melaksanakan RUPS dengan hasil mengganti direktur perseroan dan komisaris utama. Hasilnya adalah pengurangan jumlah komisaris dari 4 orang menjadi 2 orang. Keputusan ini mengurangi biaya-biaya supervisi direktur sekaligus berpotensi mengurangi kualitasnya.  


Posisi lengkap direksi dan komisaris menjadi sebagai berikut:

Sementara itu, Greenwood baru saja melaporkan kinerjanya sampai dengan triwulan III tahun ini yang memang turun cukup signifikan tahun ini. Pendapatan turun menjadi hanya sekitar 10% dari periode yang sama tahun lalu, dan laba bersih hanya sepertiganya. Penurunan kinerja ini khususnya disebabkan karena penjualan unit perkantoran dan apartemen yang memang sudah habis terjual, sementara unit baru belum ada.

Saat ini saham Greenwood diperjualbelikan dengan harga Rp 182/ lembar yang mencerminkan rasio P/E 12,5x. Level harga ini sudah di bawah harga pembukaan di awal tahun Rp 220/ lembar, dan di bawah level IPO Rp 250.

Greenwood adalah pengembang TCC Batavia yang dirancang sebagai superblok 7 menara di atas lahan seluas 7,2 hektare (ha) yang mengusung  konsep “world class one stop living: working, living, and entertaining” yang menggabungkan aktivitas bisnis, hiburan, akomodasi, dan hunian dalam satu konfigurasi yang harmonis.

AFN melihat bahwa pengurangan komisaris ini menjadi keputusan yang harus dilakukan karena kebutuhan dana yang besar untuk mempertahankan kinerja. Namun perlu pula diperhatikan agar pengurangan ini tidak sampai membuat biaya agensi (agency cost) - yaitu biaya-biaya konflik kepentingan antara jajaran manajemen dan pemegang saham - menjadi besar.

Tuesday, July 9, 2013

Greenwood Sejahtera Sulit Optimalkan Dana IPO

Greenwood Sejahtera, Tbk (GWSA), perusahaan yang IPO akhir 2011, baru melaporkan penggunaan dana IPO sebesar 9% atau Rp 34,74 miliar dari penerimaan bersih dana IPO sebesar Rp 382,44 miliar. Dana yang sedianya digunakan untuk pembelian lahan TCC Batavia tahap 2 dan 3 ini tidak dapat digunakan karena kendala negosiasi. Dampaknya, pemegang saham GWSA tidak dapat menikmati keuntungan investasinya dalam waktu dekat. 

Greenwood melakukan IPO untuk mengumpulkan dana Rp 400 miliar yang seluruhnya akan digunakan untuk akuisisi lahan bagi pembangunan tahap 2 dan 3 TCC Batavia. 

Tertahannya rencana ini mengakibatkan beberapa hal:
1. Penurunan drastis atas pendapatan dan laba. Sebelumnya, pendapatan dan laba tahun 2012 tumbuh 176% dan 106% dibandingkan tahun 2011 akibat pencatatan penjualan dari Tower One. Sementara pendapatan dan laba kuartal I 2013 turun 70% dan 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

2. Perusahaan tidak memiliki proyek besar lain di dalam portofolio yang segera dapat memberika pendapatan dan laba, sehingga nilai yang terkunci pada saat IPO tidak dapat segera dilepaskan kepada pemegang sahamnya.

TCC Batavia merupakan proyek yang dirancang sebagai superblok 7 menara di atas lahan seluas 7,2 hektare (ha) yang mengusung  konsep “world class one stop living: working, living, and entertaining” yang menggabungkan aktivitas bisnis, hiburan, akomodasi, dan hunian dalam satu konfigurasi yang harmonis. Dalam pembangunan TCC Batavia ini, PT Greenwood Sejahtera Tbk menggandeng arsitek dari Singapura, DP Architects yang telah sukses menangani sejumlah proyek besar seperti Resort World Sentosa, Marina Centre, dan Suntec City. Sesuai dengan target yang  dijadwalkan oleh PT Greenwood Sejahtera Tbk kepada para pembeli dan pemegang saham bahwa aktivasi operasional gedung Office Tower ONE TCC Batavia resmi dibuka pada tanggal 12 Desember  2012, terdiri atas area perkantoran dan annex building untuk food and beverages.

Rencananya pembukaan ini akan disusul tower kedua dan ketiga.  Luas lahan tahap satu untuk tower kedua dan ketiga mencapai 3,2 hektar.  Tower kedua akan diperuntukkan sebagai mixed-used yang terdiri atas 3 menara apartemen di atas pusat belanja dan convention hall. Sedangkan di tahap ketiga akan terdiri dari 1 menara gedung serbaguna (mixed used) yang terdiri dari 72 lantai mencakup ruang perkantoran, hotel bintang lima dan apartemen.

Kini saham GWSA diperdagangkan di bawah harga IPOnya, yaitu Rp 250.


GWSA: Pergerakan Harga Saham sejak IPO