Tuesday, October 29, 2013

Bumi Serpong Damai Bukukan Laba Bersih Rp 2,12 T



Jakarta, 30 Oktober 2013 – PT Bumi Serpong Damai, Tbk (BSDE), pengembang real estate berkapitalisasi terbesar,  bukukan laba bersih sepanjang 9 bulan tahun 2013 sebesar Rp 2,12 triliun. Kinerja laba bersih ini ditopang peningkatan pendapatan penjualan residensial yang mencapai Rp 4,22 triliun akibat penjualan kepada beberapa partner strategis.

Laba bersih Bumi Serpong capai Rp 2,12 triliun atau meningkat 135,41% dibandingkan periode yang sama tahun 2012 yang di level Rp 902,44 miliar. Sementara pendapatan meningkat menjadi Rp 4,22 triliun atau  naik sebeasr 60,14% dibandingkan triwulan III- 2012 di level Rp 2,63 triliun. Dengan kinerja ini, Bumi Serpong mencatatkan marjin laba bersih yang luar biasa pada 50%.

Peningkatan pendapatan luar biasa ini mungkin tidak akan berulang di tahun 2014, akan tetapi telah menjadi pondasi pertama dari peningkatan recurring income dari Bumi Serpong. Saat ini penghasilan dari sewa hanya 8% dari total pendapatan usaha, dan pengelola gedung baru 4%, sementara hotel 2%. Diharapkan ke depannya, kontribusi ini makin meningkat, apalagi dengan baru saja diakuisisinya PT Plaza Indonesia, Tbk (PLIN) yang telah memiliki kontribusi recurring income cukup tinggi.

Sampai 30 September 2013, Bumi Serpong Damai mencatatkan aset sebesar Rp 21,47 triliun dengan ekuitas Rp 12,8 triliun. Kapitalisasi pasar Bumi Serpong Damai mencapai Rp 28,7 triliun per tanggal 30 Oktober 2013, terbesar dibandingkan perusahaan-perusahaan properti lainnya.
 
Posisi kas Bumi Serpong masih sehat di Rp 3,88 triliun. Tingginya posisi kas ini sangat penting di tengah kondisi yang tipis likuiditas dari industri perbankan.

Thursday, October 17, 2013

Peraturan Baru Perkebunan Tidak Ditanggapi Pasar

Jakarta, 18 Oktober 2013 - Menteri Pertanian mengeluarkan peraturan baru sebagai panduan di bisnis perkebunan. Ini akan mendorong perusahaan sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus melakukan divestasi tanaman. Peraturan ini menguntungkan bagi perusahaan-perusahaan raksasa yang sudah lama bergelut di sektor ini, dan meningkatkan halangan pemain baru.

Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 98/2013 tentang Izin Usaha Perkebunan ini menekankan 4 hal:
1. Kewajiban integrasi sisi hulu dan hilir industri perkebunan kelapa sawit (CPO), tebu, dan teh, untuk tiap 1.000 ha kelapa sawit, 240 ha teh, dan2.000 ha tebu.
2. Kewajiban divestasi saham pabrik pengolahan CPO kepada masyarakat minimal 5% dalam 5 tahun pertama dan 15% dalam tahun ke-15.
3. Pembatasan luas maksimal lahan perkebunan yang dimiliki oleh satu grup usaha. Pembatasan ini tidak berlaku surut, sehingga konglomerasi bisnis kini tak tersentuh aturan ini
4. Kewajiban pengusaha membangun kebun plasma bagi petani yang luasnya minimal 20% dari luas lahan kebun milik pengusaha, bila luas lahan di atas 250 ha.

Positifnya, pabrik-pabrik kelapa sawit akan banyak dibangun di Indonesia. Dampaknya, ada lowongan pekerjaan bagi tenaga-tenaga pekerja non petani. Lagi, produksi CPO di daerah membuat sistem resi gudang dan kontrak berjangka akan lebih jalan dan hasilnya akan lebih merata terasa di daerah perkebunan.

Negatifnya, petani-petani sawit partikelir kini akan sulit untuk menjadi besar dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan raksasa yang ada karena kurangnya modal untuk membangun pabrik . Hal ini lama kelamaan akan membuat kebun-kebun di Indonesia akan dimiliki segelintir orang bahkan orang asing.

Sementara itu di pasar modal sendiri tidak terlihat ada sentimen positif terkait dengan keluarnya peraturan ini. Kenaikan beberapa saham blue chip perkebunan lebih terkait dengan kenaikan IHSG secara keseluruhan. Tiadanya respon ini lebih dikarenakan wacana tentang peraturan ini sudah lama, dan telah didiskon oleh pasar beberapa waktu yang lalu.

1 Lot = 100 Lembar, Mulai Desember 2013

Jakarta, 18 Oktober 2013 - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menurunkan jumlah lot saham dari 500 lembar per lot menjadi 100 lembar per lot. Rencananya, peraturan bursa 2a itu akan mulai efektif pada 2 Desember 2013.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Samsul Hidayat mengatakan, ketentuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan likuiditas, efisiensi dan pendalaman pasar.

Samsul menjelaskan, untuk bisa meningkatkan likuiditas di pasar saham, selain memperkecil lot saham, pihaknya juga akan memperkecil fraksi harga dan kelompok harga.

Saat ini, kata dia, pihak bursa masih memberlakukan 5 kelompok harga. Nantinya, kelompok ini akan diperkecil menjadi 3 kelompok saja dengan fraksi harga yang lebih kecil.

Kelompok-kelompok harga di aturan yang baru yaitu kelompok harga di bawah Rp 200 per saham, Rp 200-5.000 per saham, dan harga di atas Rp 5.000 per saham.

Sumber: Detik Finance

Wednesday, October 16, 2013

Thohir Beli Inter Milan, Saham ABBA Bergerak Sedikit

Jakarta, 16 Oktober 2013 - Pengusaha Erick Tohir membeli 70% saham Inter Milan dari Massimo Moratti. Hal ini sempat berimbas positif kepada saham salah satu perusahaan miliknya, PT Mahaka Media Tbk (ABBA) walaupun tanpa likuiditas. Secara fundamental, kinerja perusahaan ini fluktuatif dan sulit untuk diprediksi.

Inter Milan, salah satu klub sepakbola ternama di Italia dijual ke Erick Thohir dengan nilai €250 juta atau ekuivalen US$  340 juta. Nilai klub ini sendiri diestimasi US$ 480 juta, sementara Forbes mengestimasi nilai wajarnya adalah US$ 401 juta. Inter Milan masuk peringkat 14 dalam penilaian klub sepakbola bernilai tertinggi di dunia, dimana peringkat pertama dan keduanya dipegang oleh Real Madrid dan Manchester United.

Pada klub ini Thohir secara efektif akan mengontrol 35%, sementara Moratti 30%. Sisanya dibagi dua antara Rosan Roselani dan Handy Soetedjo sebagai partner. Thohir  kini telah memiliki portofolio klub olahraga internasional yang mencakup NBA Philadelphia 76ers dan MLS team D.C. United.

Di media internasional, pembelian ini dianggap sebagai berkat sekaligus kutuk. Banyak spekulasi yang muncul tentang apakah Thohir memiliki ‘ambisi dan semangat’ yang tinggi yang dapat menuntun tim kepada kesuksesan yang lebih besar lagi. Namun yang pasti, uang bukan menjadi masalah lagi, demikian menurut harian olahraga Italia, Gazzetta dello Sport.

Pembelian spektakuler ini sempat mengangkat saham Thohir, ABBA, yang dalam sehari sempat naik 10% ke Rp 93. Namun karena kurangnya fundamental maupun likuiditas, ABBA kembali turun ke level Rp 91 di hari berikutnya.

Kinerja Mahaka Media sendiri yang mayoritas bisnisnya bergerak di media, bisa dibilang kurang dapat diprediksi karena banyaknya faktor-faktor yang menyebabkan fluktuasi, baik di top line (pendapatan) maupun bottom line (laba).

Mahaka Media saat ini membawahi 16 unit usaha termasuk surat kabar, majalah, penerbit buku, televisi, radio, media luar ruang, animasi, teater 4D, serta media digital. Termasuk di dalam portofolio tersebut adalah Republika, Golf Digest Indonesia, JakTV, JakFM dan Mahaka Advertising. Penerbit di bawah Mahaka Media juga telah menerbitkan buku-buku popular seperti Ayat-ayat Cinta yang juga telah difilmkan di bawah Mahaka Media.


Dengan aset Rp 444,77 miliar dan ekuitas Rp 120,94 miliar, Mahaka Media memiliki kapitalisasi pasar sebesar sekitar Rp 250 miliar. Terlihat dari grafik di atas , Mahaka Media memiliki pendapatan yang cukup stabil walaupun laba bersih dan arus kas operasionalnya fluktuatif. Ini disebabkan oleh model bisnis media yang mengandalkan pada ada tidaknya iklan, serta kekuatan ekonomi Indonesia yang menentukan bagaimana perusahaan membuat keputusan tentang pembelanjaan iklannya.

Friday, October 11, 2013

Nipress akan Stock Split 1:20, Aset Naik Rp 103,4 Miliar





Jakarta, 11 Oktober 2013 – PT Nipress, Tbk (NIPS), perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan penyimpanan tenaga listrik, mengumumkan laporan keuangan semester 1 yang diaudit karena akan melakukan stock split 1:20. Di dalamnya, Nipress juga menyatakan kenaikan aset yang signifikan karena kenaikan piutang usaha.

Nipress yang dalam satu bulan terakhir harga sahamnya sudah naik lebih dari 100% ini akan mengadakan stock split dengan rasio 1 saham lama menjadi 20 saham baru. Nilai nominal NIPS sebelumnya adalah Rp 1.000 akan menjadi Rp 50 per lembar.

Dengan stock split ini, harganya diharapkan akan lebih mendekati kemampuan retail, dan saham yang beredar di publik akan menjadi lebih banyak. Kini harga NIPS sudah di level Rp 18.150 dan saham yang beredar di pasar hanya 8,88 juta lembar.

Dengan stock split, diharapkan harga NIPS akan turun dulu di sekitar Rp 900/ lembar dan saham yang beredarnya  akan mencapai 177,6 juta lembar. Ini diharapkan akan meningkatkan likuiditas perdagangan NIPS.

NIPS juga memasuki bisnis aki industri, di samping tetap mempertahankan pasarnya di aki mobil dan motor. Tahun ini, kontribusi aki industri terhadap total penjualannya melesat menjadi 28% dari 3,7% di tahun sebelumnya. Sedangkan kontribusi aki mobil menjadi menyusut menjadi 55,3%, walaupun terjadi pertumbuhan 2,6% secara Rupiah.

Aki industri merupakan bisnis yang menjanjikan untuk NIPS. Aki industri dibutuhkan terutama pada pembangkit listrik tenaga matahari dan tenaga air hidro yang makin meluas. Kemudian aki industri juga makin dibutuhkan dengan makin meningkatnya industri manufaktur mikro di daerah-daerah yang sering mengalami putus listrik.

Akan tetapi masuknya NIPS ke dalam bisnis ini juga meningkatkan piutangnya sebesar Rp 76,04 miliar, persediaan sebesar Rp 25,81 miliar,  utang bank sebesar Rp 69,75 miliar, dan utang usaha dari pihak ketiga sebesar Rp 19,54 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh model pembayaran dan pemesanan yang berbeda dengan bisnis aki mobil dan motor.

Perusahaan yang dimiliki oleh PT Tritan Adhitama Nugraha dan keluarga Tandiono ini sebenarnya sudah memasuki bidang aki industri sejak lama, tetapi masih dalam porsi kecil.

AFN melihat besarnya potensi bisnis dari aki industri ini juga diimbangi dengan kebutuhan permodalan untuk ekspansi agar dapat menguasai pangsa pasar. Stock split mungkin merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk melakukan aksi korporasi lainnya seperti rights issue. Apabila demikian, maka rights issue NIPS akan menarik mengingat bisnis yang akan didanainya ini potensial, dan kompetensi NIPS sendiri sudah terbangun.