Wednesday, September 17, 2014

Sasar Ekspor, Charoen Targetkan Pertumbuhan Kuat

Jakarta, 18 September 2014 – PT Charoen Pokphand, Tbk (CPIN) berniat meningkatkan lagi pertumbuhan pendapatannya dengan ekspor makanan olahan ke Timur Tengah, Singapura dan Kamboja. Semester ini perusahaan membukukan pertumbuhan pendapatan 20% didorong oleh penjualan pakan dan ayam olahan.

Sebelumnya perusahaan telah berhasil menembus pasar Jepang dengan produk makanan olahannya, terutama Karage. Selanjutnya Jepang akan menjadi tolok ukur untuk tiga pasar utama yang disasar oleh Charoen Pokphand adalah Timur Tengah, Singapura dan Kamboja.

Tahun ini Charoen menargetkan produksi mencapai 15 juta kg per minggu, naik 25% dari produksi tahun lalu dan didukung dengan pertumbuhan produksi ayam usia sehari (DOC) 20% per tahun. Kenaikan produksi ini adalah untuk mempertahankan pangsa pasar domestik maupun ekspornya.
 
Namun angka ini belum sepenuhnya tercapai di laporan keuangan perusahaan Juni 2014. Pendapatan perusahaan naik hanya 20% menjadi Rp 14,43 triliun, didorong oleh pertumbuhan pakan sebesar 26% menjadi Rp 10,79 triliun yang berkontribusi kepada total pendapatan sebesar 75%. Pertumbuhan ayam olahan baru sebesar 23% menjadi Rp 1,31 triliun.

Sementara ayam usia sehari tidak menunjukkan pertumbuhan karena penyaluran produksinya memang adalah kepada proses selanjutnya yaitu ayam olahan.

Laba bersih turun 18% jadi Rp 19,8 triliun karena peningkatan beban pokok pendapatan. Peningkatan beban ini mungkin terjadi di dalam satu tahun ini karena adanya transisi antara penjualan ayam usia sehari langsung kepada pihak ketiga kepada proses olahan selanjutnya untuk dijual sebagai ayam olahan.
 
Tekanan laba juga disebabkan oleh kenaikan gaji karyawan, promosi dan iklan, dan beberapa beban penjualan lainnya. Peningkatan ini ASCEND nilai wajar mengingat model bisnis yang berubah dari B-to-B menjadi B-to-C yaitu retail, membutuhkan investasi khusus dalam promosi dan logistik. Ke depannya, perubahan model bisnis ini diharapkan akan membawa kepada peningkatan profitabilitas perusahaan.


Pasar telah mengapresiasi langkah perusahaan ini dengan kenaikan harga yang signifikan, yaitu 12% dalam periode waktu 5 hari. Walaupun strategi bisnis perusahaan baik dan memiliki pemikiran ke depan, akan tetapi investor perlu hati-hati dengan kenaikan harga saham yang lebih tinggi lagi mengingat rasio harga atas laba (PER) sudah 28,09 kali dan rasio harga atas nilai buku (PBV) sudah 6,74 kali, lebih tinggi dari pasar dan rata-rata manufaktur produk konsumen.