Wednesday, March 19, 2014

Pertumbuhan Mandom Indonesia Terdorong Produk Wangi-wangian



Jakarta, 20 Maret 2014 – PT Mandom Indonesia, Tbk (TCID) tercatat pertumbuhan tipis yang didorong oleh penjualan produk wangi-wangian. Kontribusi terhadap total penjualan produk ini mencapai 28,1%.

Pendapatan naik tipis 10% menjadi Rp 2,03 triliun dibandingkan Rp 1,85 triliun. Laba kotor meningkat 14% menjadi Rp 777,11 miliar dibandingkan Rp 681,93 miliar. Sementara laba bersih naik 6% menjadi Rp 160,56 miliar dibandingkan Rp 150,80 miliar.

Pertumbuhan tertinggi  dicapai oleh penjualan produk wangi-wangian sebesar 16,2% menjadi Rp 570 miliar dibandingkan Rp 491 miliar. Penjualan tertinggi kedua dicatatkan oleh produk perawatan kulit dan tata rias yang tumbuh 8,8% menjadi Rp 739 miliar dari sebelumnya Rp 680 miliar.

Di pasar domestik, selama tahun 2013 perusahaan menambah titik distribusi di seluruh Indonesia, khususnya Indonesia Timur yang mempunyai potensi besar untuk pengembangan, terutama wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Di pasar ekspor, perluasan negara tujuan ekspor terus dilakukan termasuk ekspor ke negara-negara NIES (newly Industrialized Economies) seperti Korea Selatan, Hong Kong, Taiwan, dan Singapura.
Laba bersih hanya meningkat 6% menjadi Rp 160,56 miliar dari Rp 150,80 miliar. Laba bersih per saham meningkat menjadi Rp 798,54 miliar per lembar. Marjin laba bersih turun jadi 7,9% dari 8,1%, sementara marjin laba kotor meningkat jadi 38,3% dari 36,8%. Rasio imbal hasil atas ekuitas (ROE) tidak berubah dari 13,6%.

Peningkatan laba bersih yang lebih rendah daripada peningkatan pendapatan disebabkan oleh kenaikan beban operasional yang lebih tinggi. Peningkatan beban operasional mencapai 16,6% jadi Rp 551,22 miliar dari Rp 471,84 miliar. Dua kontributor utama beban yang meningkat ini adalah peningkatan penjualan termasuk untuk iklan dan promosi serta peningkatan remunerasi karyawan.

Total aset meningkat cukup tinggi, sampai 16% menjadi Rp 1,47 triliun dari sebelumnya Rp 1,26 triliun. Peningkatan aset terutama disebabkan oleh peningkatan bangunan dan pengembangan sebesar Rp 244,73 miliar serta mesin dan peralatan yang naik Rp 70,41 miliar.

Kenaikan aset ini dibiayai oleh utang jangka pendek yang naik jadi Rp 203,32 miliar dari sebelumnya hanya Rp 99,48 miliar. Utang jangka pendek yang naik cukup tinggi adalah utang usaha pihak berelasi sebesar Rp 73,15 miliar dari sebelumnya Rp 18,5 miliar, terutama kepada Mandom Corporation di Jepang sebesar Rp 19,28 miliar serta kepada T. Hasegawa Co. Ltd sebesar Rp 13,15 miliar. Selain itu ada juga peningkatan utang usaha ke pihak-pihak berelasi lainnya.

Kapitalisasi pasar Mandom per hari ini adalah Rp 3,22 triliun dengan rasio P/E mencapai 20,04x dan PBV 2,72x. Saham Mandom tidak bergerak di Rp 16.000 sejak kenaikan intraday-nya dari Rp 13.600 pada tanggal 14 Maret 2014.