Thursday, June 20, 2013

WINS Lakukan Aksi Korporasi yang Kontradiktif



Wintermar Offshore Marine (WINS) pada RUPS tahunan 2012 mengumumkan pembagian dividen kas dan dividen saham sejumlah USD 3,94 juta atau 19,5% dari laba bersih 2012. Dividen kas akan diberikans ebesar Rp 2,16 per saham. Perusahaan akan membagikan sejumlah USD 3,15 juta (atau sekitar Rp 30,5 miliar, sebagai dividen saham pada rasio 2 saham baru untuk tiap 125 saham yang dimiliki pemegang saham. Pembagian dividen saham ini adalah untuk tetap mempertahankan kebijakan perusahaan untuk mendistribusikan sampai dengan 20% dari laba, sekaligus menyisihkan kas yang dapat diinvestasikan pada kapal baru untuk memenuhi permintaan yang meningkat pada eksplorasi minyak lepas pantai. 

RUPS juga menyetujui rencana membeli kembali (buy back) sebanyak-banyaknya 190 juta saham atau sekitar 5,2% dari saham yang diterbitkan karena dinilai harga pasar saham terlalu rendah. Perusahaan dengan demikian harus menyediakan sekitar Rp 100,7 miliar (dengan asumsi harga tidak beranjak di Rp 530/ saham).

Pada prinsipnya dividen kas lebih disukai daripada dividen saham dan buyback saham. Dividen kas berarti investor akan mendapatkan uang tunai (return) sekarang. Dividen saham berarti dia akan mendapatkan uang tunai ketika ia menjual saham dividennya, dengan kata lain ada prasyarat bila harganya tidak tertekan dan likuiditas cukup. Sementara buyback saham disukai apabila aksi itu efektif dapat meningkatkan harga saham, sehingga investor yang sekarang akan mendapatkan capital gain. 

Bagi perusahaan, implikasi dividen kas adalah jelas, ada arus kas yang harus keluar. Arus kas yang seharusnya dapat digunakan untuk investasi. Sehingga perusahaan yang membutuhkan kas besar dapat memilih atau mengkombinasikan dengan dividen saham yang tidak memiliki implikasi kas.
Namun WINS mengkombinasikan kedua jenis dividen ini dengan buyback saham, yang juga memiliki implikasi kas. Bahkan untuk buyback saham WINS harus menyisihkan dana lebih besar (selisih Rp 70 miliar), yang sebelumnya dibutuhkan untuk investasi kapal baru. 

Langkah berganda ini di dalam pandangan AFN dapat berarti bahwa:

1. WINS hanya ingin memberikan isyarat kepada pasar bahwa harga saham WINS sekarang terlalu rendah. Langkah ini tidak efektif apabila tidak ada aktivitas strategic investor relations. Harga saham WINS pada hari ini turun Rp 10, membuktikan bahwa isyarat ini tidak diterima dengan baik oleh pasar;

2. WINS telah merencanakan aksi korporasi lainnya yang membutuhkan harga sahamnya lebih tinggi, misalnya right issue. Hal ini dapat memberikan sentimen negatif pada pasar, dan memerlukan manajemen IR yang hati-hati.


No comments:

Post a Comment