Wednesday, December 18, 2013

Saham Energi Sudah Mulai Bisa Dikoleksi




Jakarta, 19 Desember 2013 – Setelah terdiskon terdiskon lebih dari 50% dibandingkan tahun 2010 akhir, AFN merekomendasikan saham-saham tambang terutama terkait energi untuk dapat mulai jadi bagian portofolio lagi.

Indeks tambang yang tahun 2010 ditutup di kisaran 3.545 kini sudah berada di 1.450, atau terdiskon lebih dari 50%. Harga komoditi, kebijakan-kebijakan ekspor Indonesia seperti DMO dan up-grading, serta kebijakan impor negara pengimpor dan selisih demand supply dunia telah jadi alasan ketertekanan ini. Harusnya angka ini sudah tidak turun lagi.

Kalau  kita lihat fundamental dari top 5 saham tambang dan membandingkan pendapatan secara triwulanan, maka kita menemukan 2 hal.

Pertama bahwa di tahun 2013, semua saham kecuali PT Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk (PTBA), mencatatkan pendapatan yang lebih tinggi di triwulan III dibandingkan triwulan I. PTBA pun hanya mencatatkan selisih yang tidak signifikan. Kedua, semua saham kecuali PTBA, mencatatkan pendapatan triwulan III 2013 yang lebih tinggi dibandingkan triwulan III -2012.

Ini menunjukkan bahwa di sektor riil, perusahaan-perusahaan pertambangan telah mulai menemukan celah untuk bertahan. Mungkin laba belum mampu memberikan indikasi yang positif karena dalam usaha mempertahankan operasi, perusahaan terpaksa mengambil langkah-langkah yang membuat laba tidak stabil, misalnya dengan menerbitkan utang dan sebagainya. Tapi, kinerja pendapatan telah memberikan keyakinan bahwa saham-saham pertambangan dengan jejak rekam yang baik boleh mulai dikoleksi.

Sebelumnya, peraturan menteri telah meningkatkan ketatnya perdagangan hasil tambang. Akan tetapi hal ini sudah menjadi narasi sejak lama, dan harga pun sudah mendiskon hal tersebut.

Beberapa saham rekomendasi adalah PT Adaro Energy, Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah, Tbk (ITMG), PTBA, dan beberapa saham lapis kedua yang baik seperti PT ABM Investama, Tbk (ABMM) dan PT Exploitasi Energi, Tbk (CNKO). Sementara PT Aneka Tambang (Persero), Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia, Tbk (INCO) yang merupakan saham pertambangan non energi pun sudah mulai dapat dikoleksi walaupun pertumbuhan ekonomi belum sekuat yang diharapkan.



No comments:

Post a Comment