Tuesday, February 4, 2014

Toba Bara Sejahtra Targetkan Peningkatan Produksi



Jakarta, 5 Februari 2014 – PT Toba Bara Sejahtra, Tbk (TOBA) mentargetkan 7,2 – 7,8 juta ton produksi dengan harga jual rata-rata US$63 – 67 per ton. Untuk mendukung target itu dan ekspansi ke depannya, perusahaan telah menganggarkan belanja modal (capex) sebesar US$ 15-24 juta.

Target produksi ini akan ditopang dari PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) yang akan produksi 4,2-4,3 juta ton, PT Trisensa Mineral Utama (TMU) yang akan produksi 1,4-1,6 juta ton naik 200% dari realisasi produksi tahun 2013, dan PT Indomining (IM) yang akan produksi 1,6 -1,8 juta ton.

Toba Bara memberikan ekspektasi harga jual rata-rata akan turun sedikit di tahun 2014 menjadi US$ 63 – 67 per ton dari tahun 2014 yang kisarannya mencapai US$ 63 – 70 per ton. Harga jual rata-rata tertinggi akan disumbangkan oleh ABN yang juga berkontribusi kepada volume produksi tertinggi yaitu US$ 66 – 68 per ton untuk GAR 52 – 56. Sementara itu TMU dan IM ditargetkan menjual dengan harga rata-rata US$ 54 – 56 per ton dan US$ 57 – 59 per ton.

Stripping ratio diperkirakan juga akan turun sedikit menjadi 12,9 – 13,3 dari tahun 2013 yang tercatat 13,4. Penurunan ini akan berakibat kepada potensi penurunan beban produksi perusahaan.

Belanja modal perusahaan akan dialokasikan sebagian besar untuk kompensasi penggunaan lahan dan eksplorasi di anak usaha, TMU, yang diharapkan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan. Sisanya akan digunakan untuk operasi dan infrastruktur di kedua anak perusahaan lainnya, serta US$ 9 juta untuk pembangunan pabrik minyak sawit.

Toba Bara telah menetapkan tahun 2014 ini sebagai tahun “Pertumbuhan dan Integrasi” setelah tahun 2013 diisi dengan strategi-strategi konsolidasi dan efisiensi. Tahun ini perusahaan akan fokus pada efisiensi biaya di semua level, peningkatan pertumbuhan produksi, mencari cadangan lain melalui eksplorasi internal dan akuisisi eksternal, perkuatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan pemasaran.

Tahun 2013 sampai dengan September, Toba Bara mencatatkan peningkatan penjualan sebesar 18% menjadi setara Rp 3,21 triliun. Laba bersih tercatat Rp 94,39 miliar atau laba bersih per saham tercatat Rp 46/ saham. Saham Toba Bara diperdagangkan pada PER 11,4 kali dan PBV 1,4 kali, tergolong rendah dibandingkan dengan beberapa peersnya yang berkapitalisasi pasar lebih besar. 



No comments:

Post a Comment