Sunday, January 18, 2015

Buana Listya Catatkan Laba Bersih Turun karena Beban Keuangan dan Kerugian Kurs

Jakarta, 19 Januari 2015 – PT Buana Listya Tama, Tbk (BULL) yang masih disuspensi mencatatkan penurunan laba bersih sampai dengan 90% menjadi hanya US$ 475.537 dari sebelumnya US$ 11,36 juta. Kerugian kurs serta beban keuangan yang besar adalah dua faktor utama kinerja ini.

Pendapatan Buana Listya turun 7% menjadi US$ 33,72 juta dari sebelumnya US$ 36,22 juta. Sebagian besar dari pendapatan Buana Listya berasal dari penyewaan kapal untuk distribusi  gas, minyak dan FPSO. Pendapatan dari segmen gas turun 21% menjadi US$ 15.21 juta dari sebelumnya US$ 19,22 juta. Sementara pendapatan dari segmen minyak dan FPSO naik signifikan menjadi US$ 13,97 juta dari sebelumnya hanya US$ 1,32 juta.  

Laba kotor perusahaan tercatat US$ 8,27 juta atau naik dari sebelumnya US$ 4,28 juta, yang mengindikasikan marjin laba kotor 24,5% atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya di 11,8% saja. Akan tetapi beban keuangan yang sudah berkurang masih menekan laba sebesar US$ 5,71 juta.

Kondisi ini diperburuk dengan adanya kerugian kurs US$ 473.806 dibandingkan laba sebelumnya yang mencapai US$ 10,81 juta. Apalagi dengan revaluasi kapal yang hanya US$ 2,71 juta dibandingkan  sebelumnya US$ 7,86 juta dan kerugian lain-lain bersih sebesar US$ 270.898.

Saham Buana Listya telah disuspensi lagi pada pertengahan 2014 setelah dilepas dari suspensi pertamanya di akhir tahun 2012 karena keterlambatan pelaporan akibat situasi utang pemiliknya, PT Berlian Laju Tanker, Tbk (BLTA). November 2014 ini emiten terkena lagi sanksi berlapis karena perubahan rencana audit atas laporan keuangannya yang akhirnya baru dapat disampaikan pada hari ini. Dalam keterangannya, BEI mengatakan, sanksi ini dijatuhkan karena BULL berencana mengaudit laporan keuangan Juni 2014. Belakangan rencana berubah. Laporan keuangan yang akan diaudit adalah laporan keuangan interim September 2014.

Setelah Berlian Laju melepas sebagian besar kepemilikannya hingga hanya menguasai 32,86% dari sebelumnya 58%, Buana Listya telah melakukan berbagai upaya untuk dapat keluar dari krisis. Pertama, perusahaan telah merestrukturisasi utang kepada Merril Lynch (Asia Pasific) Limited dan Orchard Centar Master Limited (MLOR) dengan saham yang dijaminkan oleh Berlian Laju dan tanggal jatuh tempo diperpanjang menjadi 15 Januari 2015. Sampai hari ini emiten

Kedua, Buana akan berusaha untuk melakukan private placement yang didahului dengan reverse stock. Reverse stock direncanakan akan memiliki rasio 8 lembar saham lama untuk 1 lembar saham baru sehingga jumlah saham beredar akan turun dari 17,65 miliar lembar menjadi 2,21 miliar lembar. Sementara private placement direncanakan akan menerbitkan 220,6 juta saham seri B atau 10% dari jumlah saham beredar baru dengan harga pelaksanaan Rp 439 per saham.


Bila laku, Buana Listya akan mendapat dana segar Rp 96,8 miliar atau sekitar US$ 7,8 juta yang dapat digunakan untuk pembayaran beban bunga denda kepada Merril Lynch (Asia Pasific) Limited dan Orchard Centar Master Limited.

No comments:

Post a Comment