Monday, June 17, 2013

Lippo Tawarkan REIT



Grup Lippo, melalui Overseas Union Enterprise Ltd, sekali lagi menawarkan Real Estate Investment Trust (REIT) di Bursa Singapura antara 1-15 Juli. Target perolehan dana sekitar S$ 800 juta atau US$ 638 juta. Separuh dana tersebut akan dialokasikan kepada investor cornerstone, yaitu investor yang berkomitmen memegang instrumen tersebut untuk periode tertentu.

Overseas Union Enterprise Ltd (OUE), memperoleh sekitar 65% pendapatannya dari operasional hotel dan sedang merencanakan mendorong kepemilikan propertinya yang mencakup menara perkantoran, apartemen mewah, dan mal.Sejak 2006, OUE sudah agresif investasi sebesar US$ 1,1 miliar.

OUE tahun lalu membeli Crowne Plaza Singapore yang menghubungkan Bandara Changi dan menyelesaikan pembangunan ulang OUE Bayfront di Marina Bay. OUE juga membeli DBS Towers Satu dan Dua di distrik finansial. 

Adanya investor corner menunjukkan bahwa instrumen yang akan dikeluarkan Lippo ini dapat dipercaya. Produk bertajuk OUE Hospitality ini diperkirakan memberikan imbal hasil sekitar 6%.

Grup Lippo sudah menerbitkan 2 REIT sebelumnya, yaitu First REIT dan LMIR. Aset First REIT adalah rumah sakit-rumah sakit ternama bermerek Siloam di Indonesia, Pacific Healthcare di  Singapura dan Sarang di Korea Selatan. LMIR adalah singkatan dari Lippo Malls Indonesia Retail Trust dimana asetnya termasuk Gajah Mada Plaza, Mal Lippo Cikarang, Plaza Semanggi dan sebagainya.

REIT dijual di Singapura karena di Indonesia ada keterbatasan regulasi. Aturan Bapepam melarang produk ini diinvestasikan pada tanah kosong atau properti yang masih dalam tahap pembangunan. Selain itu juga tidak diperbolehkan pada real estate atau aset yang berkaitdan dengan real estate di luar wilayah Indonesia. Diskusi dengan pelaku pasar, REIT di Indonesia juga memiliki kendala dari sisi perpajakan yang pada akhirnya tidak menguntungkan bagi investor REIT.

Dari sisi pasar, REIT di Indonesia belum menarik karena belum adanya pasar yang tersosialisasikan tentang produk ini dengan baik. Alhasil, likuiditas kecil. Bandingkan dengan pasar di Singapura yang sudah lebih familiar.

Baru 1 perusahaan yang menerbitkan REIT yakni PT Ciptadana Asset Management (CAM) pada tahun lalu dengan aset Solo Grand Mall dengan perkiraan imbal hasil 10% per tahun.

Grup Lippo memilih penerbitan REIT untuk mencari pendanaan eksternal karena pada prinsipnya produk ini merupakan cara non-utang tapi juga tidak menimbulkan dilusi bagi pemilik aset.

No comments:

Post a Comment